Marley The Monkey Virtual Pet

Sabtu, 16 Juni 2012

EKOLOGI PEMBANGUNAN TNS

Kelompok 6
EKOLOGI PEMBANGUNAN
PENGERTIAN EKOLOGI PEMBANGUNAN
·         Ekologi merupakan salah satu komponen dalam sistem pengelolaan lingkungan hidup.
·         Pembangunan bertujuan untuk meningkatkan mutu hidup dan kesejahteraan rakyat. Dalam usaha memperbaiki  mutu hidup, kemampuan lingkungan mendukung lingkungan pada tingkat yang lebih tinggi harus dijaga. Sebab, jika terjadi kerusakan, bukannya perbaikan mutu hidup yang dicapai, melainkan justru kemerosotan.
·         Ekologi Pembangunan adalah interaksi antara pembangunan dan lingkungan hidup. Prinsip pembangunan yaitu berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Pada dasarnya pelaksanaan pembangunan selalu bersifat dilema. Pada umumnya para pelaksana proyek pembangunan lebih melihat manfaat daripada resikonya karena mereka terdesak urgensi sasaran. Betapapun, baik manfaat maupun resikonya harus diperhitungkan. Hanya memperhatikan manfaat saja dapat membahayakan lingkungan. Sebaliknya jika hanya memperhatikan resikonya, akan menjadi kendala, sehingga pembangunan tidak akan terlaksanakan  dan mutu hidup tidak akan meningkat. Karena itu keputusan untuk membangun harus diambil. Masalahnya bukanlah membangun atau tidak membangun, melainkan bagaimana membangun agar sekaligus mutu hidup dan mutu lingkungan meningkat secara seimbang inilah yang disebut dengan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
            Salah satu objek yang dapat dapat kita  kaji dalam kaitannya dengan ekologi pembangunan adalah kawasan Taman Nasional Sembilang ( TNS ) yang berkaitan dengan pembangunan pelabuhan Internasional Tanjung Api – Api.
Pembangunan Pelabuhan TAA menjadi kontroversi. Di dalam pelaksanaannya, yang kemudian menjadi persoalan bagi ekologi disekitarnya adalah posisi proyek yang sangat berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Sembilang ( TNS) (kisaran jarak hanya ±5 Km). Padahal kawasan yang berdasarkan SK Menhut No. 85 Tahun 2003, yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi tersebut, banyak menyimpan kekayaan biodiversity ( keanekaragaman hayati ). Para pemerhati lingkungan mengkhawatirkan, keberadaan pelabuhan Tanjung Api – Api  di sekitar wilayah konservasi itu, akan berpotensi dalam mempengaruhi ekosistem alami Taman Nasional Sembilang, termasuk terhadap ekosistem Hutan Bakau dan Nipah. Karena Pembangunan jalur kereta api menuju Pelabuhan Tanjung Api-api dipastikan akan menembus hutan bakau di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sepanjang 24 kilometer.
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup ( AMDAL )
Peranan AMDAL sebagai studi kelayakan. Hasil dari Analisis mengenai Dampak Lingkungan dapat menjadi  acuan pemerintah dalam mengarahkan dan mengawasi pembangunan. Agar dapat menghindari akibat sampingan yang merugikan dan tidak diiinginkan terjadinya dampak negative dari  proyek pembangunan pada lingkungan hidup dan sumber daya alam, juga untuk menghindari terjadinya perselisihan antar proyek pembangunan lainnya. Dengan demikian AMDAL dapat dijadikan tolak ukur dalam pengambil keputusan apakah proyek boleh dilaksanakan atau dibatalkan. Jadi pemerintah mengambil keputusan berdasarkan AMDAL
AMDAL  Projek Pelabuhan Tanjung Api – Api ( TAA )
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, di dalam ketentuan umum peraturan itu dijelaskan, bahwa untuk merencanakan suatu usaha dan/atau kegiatan, diperlukan telaah yang cermat dan mendalam tentang berbagai dampak besar dan penting yang diakibatkan dari usaha dan/atau kegiatan tersebut. Hal ini dimaksudkan, agar secara jelas dapat dipahami berbagai konsekuansi yang dimungkinkan akibat dari penjalanan usaha/kegiatan itu.
Sementara dalam kegiatan projek pelabuhan Tanjung Api - Api, di dalam dokumen AMDAL, sangat minim sekali informasi terkait dengan tinjauan biodiversity kawasan Taman Nasional Sembilang, serta berbagai konsekuensi yang dimungkinkan mempengaruhi kehidupan ekosistem di dalamnya. Keberadaan hutan mangrove pun tidak dimasukkan di dalam analisis dokumen AMDAL TAA. Padahal kawasan mangrove yang terletak di sepanjang Sungai Banyuasin sampai ke pantai timur itu, merupakan kawasan mangrove terpanjang di Asia (kurang lebih 30 km). Karena menurut rencana Jalur kereta api akan menembus hutan lindung kawasan mangrove. Inilah yang saat ini menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Menjadi pertimbangan antara sisi ekonomi dan ekologi.
KESIMPULAN
  1. Pembangunan dapat di kembangkan di kawasan Tanjung Api – Api. Namun untuk menuju pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, harus ditinjau dari segi ekologi di sekitar kawasan tersebut mengingat di daerah tersebut terdapat objek pariwisata yang menyimpan biodiversity yang ekosistemnya langka dan perlu dilestarikan. Sehingga jalur pengembangan proyek pembangunan Pelabuhan tidak memakan kawasan Taman Nasional yang berakibat pada kerusakan lingkungan.
  2. Proyek pembangunan Pelabuhan Tanjug Api – Api membawa keuntungan ditinjau dari aspek ekonomi bagi Sumatera Selatan. Ekonomi masyarakat di  sekitar daerah tersebut akan meningkat dan lebih sejahtera. Dan secara tidak langsung akan menambah Pendapatan daerah Sumatera Selatan karena Pelabuhan Tanjung Api – Api merupakan Pelabuhan Laut bertaraf Internasional. Diharapkan dengan adanya Pelabuhan Internasional ini akan dapat membawa nama Sumatera Selatan di mata dunia dengan Pelabuhan TAA – nya sebagai primadona. Namun di samping manfaat dari aspek ekonomi juga terdapat resiko ekologinya. Tergambar bahwa di balik pembangunan Tanjung Api – Api banyak resiko Ekologinya terhadap Taman Nasional Sembilang ( TNS ) yang berada dekat dengan proyek pembangunan pelabuhan tersebut. Oleh karena itu, konsep Pelabuhan Tanjung Api-Api harus direncanakan dengan matang. Mulai dari jalurnya hingga pengembangan kawasan perekonomiannya. Pembangunan dapat terus dilakukan menyangkut aspek ekonomi yang besar  bagi pemerintah maupun masyarakat namun jalur pengembangan harus di rancang lebih baik agar mutu hidup manusia dan mutu lingkungan hidup berjalan seimbang. Dan tetap pada prinsip pembangunan yaitu pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar